Obral!

Handbook of Indonesian Bioeconomy: From Biomass to Bioindustry and Sustainable Value Growth

Harga aslinya adalah: Rp260.000.Harga saat ini adalah: Rp240.000.

Handbook of Indonesian Bioeconomy: From Biomass to Bioindustry and Sustainable Value Growth

Penulis: Moh. Hamidin Tokkong

Editor: Muh Galang Pratama

ISBN: Sedang dalam Proses

Dimensi: 17,6 x 25 cm; 234 hlm

Cetakan Pertama: September, 2026

Tahun Terbit: 2026

Distributor: Jariah Publishing

—–

Buku ini merupakan panduan analitis mengenai bioeconomy Indonesia, disusun bukan sekadar sebagai kumpulan informasi komoditas, melainkan sebagai kerangka berpikir sistematis. Pembaca diajak melihat biomassa Indonesia bukan hanya sebagai bahan mentah, tetapi sebagai “Biological Capital”, yaitu modal biologis yang dapat diubah menjadi nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan apabila dikelola dengan tepat.

Kontribusi orisinal yang ditawarkan buku ini adalah tiga kerangka konseptual utama. Pertama, NBRI Analysis Framework, yang mengintegrasikan neraca massa, neraca energi, neraca karbon, dan neraca ekonomi dalam satu sistem analisis biorefinery. Kedua, NBRI with 5F, yaitu pendekatan Food, Feed, Fiber, Fuel, dan Fertilizer untuk memetakan pemanfaatan biomassa secara menyeluruh. Ketiga, NBRI Bioeconomy Value Growth Theory (NBVGT), sebuah teori lengkap dengan aksioma, postulat, dan hukum dasar yang menjelaskan proses penciptaan nilai dalam sistem bioeconomy.

Ketiga kerangka ini kemudian diuji dan diperagakan melalui studi kasus kelapa sawit, mulai dari neraca massa satu ton tandan buah segar hingga peluang investasi dan pengembangan industrinya. Buku ini juga merangkai kerangka tersebut menjadi Roadmap Bioeconomy Indonesia 2026 sampai 2045, lengkap dengan delapan pilar strategis, serta kerangka implementasi delapan tahap yang bersifat praktis, mencakup penilaian sumber daya, kesiapan teknologi, kelayakan bisnis, hingga manajemen risiko.

Pada bagian akhir, buku ini membahas tren global bioeconomy menuju 2050, peluang strategis Indonesia sebagai negara tropis dengan keanekaragaman hayati tinggi, serta prinsip penting “No Biodiversity, No Bioeconomy” yang menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan adalah fondasi, bukan sekadar pelengkap, dari pembangunan bioeconomy. Buku ini ditutup dengan seruan agar gagasan yang diperkenalkan terus dikritisi, diuji, dan dikembangkan, karena buku ini dimaksudkan sebagai awal dari dialog ilmiah yang lebih luas, bukan sebagai titik akhirnya. Secara keseluruhan, buku ini ditujukan bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, pelaku industri, investor, dan pembuat kebijakan yang ingin memahami hilirisasi biomassa Indonesia secara sistematis dan berkelanjutan.

 

 

SKU: 127-L Kategori:

Deskripsi

Handbook of Indonesian Bioeconomy: From Biomass to Bioindustry and Sustainable Value Growth

Penulis: Moh. Hamidin Tokkong

Editor: Sedang Dalam Proses

QRCBN: Sedang dalam Proses

Dimensi: 17,6 x 25 cm; 234 hlm

Cetakan Pertama: September, 2026

Tahun Terbit: 2026

Distributor: Jariah Publishing

—–

Buku ini merupakan panduan analitis mengenai bioeconomy Indonesia, disusun bukan sekadar sebagai kumpulan informasi komoditas, melainkan sebagai kerangka berpikir sistematis. Pembaca diajak melihat biomassa Indonesia bukan hanya sebagai bahan mentah, tetapi sebagai “Biological Capital”, yaitu modal biologis yang dapat diubah menjadi nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan apabila dikelola dengan tepat.

Kontribusi orisinal yang ditawarkan buku ini adalah tiga kerangka konseptual utama. Pertama, NBRI Analysis Framework, yang mengintegrasikan neraca massa, neraca energi, neraca karbon, dan neraca ekonomi dalam satu sistem analisis biorefinery. Kedua, NBRI with 5F, yaitu pendekatan Food, Feed, Fiber, Fuel, dan Fertilizer untuk memetakan pemanfaatan biomassa secara menyeluruh. Ketiga, NBRI Bioeconomy Value Growth Theory (NBVGT), sebuah teori lengkap dengan aksioma, postulat, dan hukum dasar yang menjelaskan proses penciptaan nilai dalam sistem bioeconomy.

Ketiga kerangka ini kemudian diuji dan diperagakan melalui studi kasus kelapa sawit, mulai dari neraca massa satu ton tandan buah segar hingga peluang investasi dan pengembangan industrinya. Buku ini juga merangkai kerangka tersebut menjadi Roadmap Bioeconomy Indonesia 2026 sampai 2045, lengkap dengan delapan pilar strategis, serta kerangka implementasi delapan tahap yang bersifat praktis, mencakup penilaian sumber daya, kesiapan teknologi, kelayakan bisnis, hingga manajemen risiko.

Pada bagian akhir, buku ini membahas tren global bioeconomy menuju 2050, peluang strategis Indonesia sebagai negara tropis dengan keanekaragaman hayati tinggi, serta prinsip penting “No Biodiversity, No Bioeconomy” yang menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan adalah fondasi, bukan sekadar pelengkap, dari pembangunan bioeconomy. Buku ini ditutup dengan seruan agar gagasan yang diperkenalkan terus dikritisi, diuji, dan dikembangkan, karena buku ini dimaksudkan sebagai awal dari dialog ilmiah yang lebih luas, bukan sebagai titik akhirnya. Secara keseluruhan, buku ini ditujukan bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, pelaku industri, investor, dan pembuat kebijakan yang ingin memahami hilirisasi biomassa Indonesia secara sistematis dan berkelanjutan.

 

 

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Handbook of Indonesian Bioeconomy: From Biomass to Bioindustry and Sustainable Value Growth”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *