Obral!

Menatap Luka

Harga aslinya adalah: Rp89.000.Harga saat ini adalah: Rp75.000.

Judul: Menatap Luka

Penulis: Nurleni

ISBN 978-623-5330-60-0

Penerbit: Jariah Publishing Intermedia

Anggota IKAPI No. 043/SSL/2022

Dimensi: 14 x 20 cm; 150 hlm

Softcover

Distributor: Jariah Publishing

Tahun Terbit: 2024

 

Masing-masing kita adalah serpihan unsur yang menyatu, bergabung menjadi senyawa, dan dengan segala prosesnya, terbentuklah manusia dengan kelebihan yang dimiliki, serta  kekurangan yang tidak harusnya ditutupi. Kelebihan akan selalu menjadi dendangan favorit manusia untuk meninggikan diri, sedangkan kekurangan pun menjadi playlist nomer satu. Sayangnya, kekurangan yang di favoritkan adalah lagu orang lain. Manusia terkadang lupa menatap wajahnya, fisiknya, hatinya, mentalnya serta luka yang diperbuat karena keegoisan orang lain atau bahkan keegoisan diri sendiri. Mereka dengan bangga memamerkan bahagia, tanpa ia sadari kesedihan akan segera menghampirinya.

Pada dasarnya menatap luka adalah cara untuk sembuh dengan terluka. Mata didudukkan dalam ruangan yang penuh goresan tangis, menatap satu persatu hal yang paling menyakitkan. Membangkitkan amarah, kesedihan, kekecewaan dan kekesalan adalah cara terbaik untuk sadar, bahwa jalan itu salah dan lagi-lagi membuktikan bahwa kita hanya serpihan manusia yang juga candu akan kegagalan dan masih luput akan kesalahan.

SKU: 86-L Kategori:

Deskripsi

Judul: Menatap Luka

Penulis: Nurleni

Penerbit: Jariah Publishing Intermedia

ISBN: 978-623-5330-60-0

Anggota IKAPI Sulsel

—

Masing-masing kita adalah serpihan unsur yang menyatu, bergabung menjadi senyawa, dan dengan segala prosesnya, terbentuklah manusia dengan kelebihan yang dimiliki, serta  kekurangan yang tidak harusnya ditutupi. Kelebihan akan selalu menjadi dendangan favorit manusia untuk meninggikan diri, sedangkan kekurangan pun menjadi playlist nomer satu. Sayangnya, kekurangan yang di favoritkan adalah lagu orang lain. Manusia terkadang lupa menatap wajahnya, fisiknya, hatinya, mentalnya serta luka yang diperbuat karena keegoisan orang lain atau bahkan keegoisan diri sendiri. Mereka dengan bangga memamerkan bahagia, tanpa ia sadari kesedihan akan segera menghampirinya.

Pada dasarnya menatap luka adalah cara untuk sembuh dengan terluka. Mata didudukkan dalam ruangan yang penuh goresan tangis, menatap satu persatu hal yang paling menyakitkan. Membangkitkan amarah, kesedihan, kekecewaan dan kekesalan adalah cara terbaik untuk sadar, bahwa jalan itu salah dan lagi-lagi membuktikan bahwa kita hanya serpihan manusia yang juga candu akan kegagalan dan masih luput akan kesalahan.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Menatap Luka”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *