Berwisata Bersama Cerita : Menapaki Sekelumit Sulawesi Selatan

Rp87.000

Judul: Berwisata Bersama Cerita : Menapaki Sekelumit Sulawesi Selatan

Penulis: Prasuri Kuswarini, Masdiana, Fierenziana G.J., Muhammad Hasyim

ISBN 978-623-5330-21-1

Penerbit: Jariah Publishing Intermedia

Dimensi: 15,5 x 23 cm; 134 hlm

Softcover

Anggota IKAPI No. 043/SSL/2022

Distributor: PT Iqra Aksara Media

————————————————————————-

Cerita-cerita rakyat yang berhasil dihimpun dalam buku ini disusun terutama untuk melestarikannya sebagai warisan budaya. Tujuan lainnya adalah mengajak pembaca mengenal dan menikmati cerita tersebut, sekaligus mengunjungi tempat cerita itu berkembang. Cerita rakyat mencerminkan semangat, kearifan, dan pandangan hidup masyarakat yang terkait. Melalui cerita rakyat suatu daerah dapat dikenal dan menjadi terkenal. Oleh karena itu cerita rakyat dan pariwisata adalah kombinasi yang serasi. Tentu saja buku ini masih mengandung banyak kekurangan. Namun kami berharap, semangat yang melatarbelakanginya, yaitu memajukan pariwisata Sulawesi Selatan, juga dapat menularkan semangat berwisata melalui karya sastra. Selamat menikmati kisahnya, dan mengunjungi tempatnya. Inilah saatnya berwisata sambil memperkaya literasi.

SKU: 08-L Kategori: , Tag: ,

Deskripsi

Sulawesi Selatan adalah salah satu propinsi di Indonesia dengan kekayaan dan keindahan alam yang berlimpah (sulselprov.go.id). Dengan  luas daerah sekitar 47.000 Km2 Sulawesi Selatan memiliki tiga suku besar, yaitu Makassar, Bugis, dan Toraja, yang merupakan aset budaya yang luar biasa. Kekayaan dan keindahan alam serta ragam budaya yang dimiliki Sulawesi Selatan adalah potensi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk memajukan kepariwisataan. Keindahan alam dan kekayaan budaya tersebut senantiasa menjadi narasi andalan dalam promosi-promosi yang digaungkan oleh Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan, maupun oleh lembaga-lembaga swasta yang  bergerak di bidang pariwisata. Kekayaan budaya yang ditampilkan sebagai atraksi pariwisata biasanya berupa tradisi suatu kelompok masyarakat, seperti upacara kelahiran, perkawinan, pemakaman, dll. Salah satu warisan budaya yang saat ini belum secara sistematis dielaborasi untuk pengembangan pariwisata Sulawesi Selatan adalah cerita rakyat.

Pada tahun 2021 Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencanangkan konsep storynomic tourism, yaitu pariwisata berbasis narasi atau cerita. Ini adalah saat yang tepat untuk melibatkan kesusastraan dalam kepariwisataan. Sebagai bagian dari kesusastraan, cerita rakyat biasanya memiliki kedekatan dengan asal-usul suatu daerah dan berisi nilai-nilai kearifan lokal yang memiliki daya jual bagi industri pariwisata. Tiga etnis besar di Sulawesi Selatan, yaitu suku Makassar, Bugis, dan Toraja, yang mendiami wilayah-wilayah tertentu, memiliki kekayaan budaya dalam bentuk cerita rakyat, baik yang berisi asal-usul keberadaan dan nama suatu tempat ataupun legenda tokoh-tokoh yang menjadi panutan masyarakat.

Buku ini berisi kumpulan cerita rakyat dari bahasa Makassar, Bugis, dan Toraja. Beberapa di antaranya sudah sangat dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan, namun sebagian lagi merupakan cerita-cerita yang hampir dilupakan, yang sebagian besar merupakan asal-usul nama suatu daerah. Cerita berbahasa Makassar yang ditampilkan di sini adalah Kisah cinta yang sudah sangat dikenal, yaitu Datu Museng dan Maipa Deapati. Cinta sejati Datu Museng dan Maipa Deapati tidak semata-mata bernuansa romantisme, namun mengandung nilai-nilai kehormatan dan kepahlawanan. Kota Makassar mengabadikan cinta sejati tersebut dalam bentuk nama jalan paralel, yaitu Jalan Datu Museng dan Jalan Maipa, yang letaknya dekat dengan pantai Losari. Di Jalan Datu Museng terletak makam Datu Museng, yang berbentuk bangunan kecil berwarna hijau, tenggelam di antara warung-warung dan toko-toko. Cerita berbahasa Makassar lainnya adalah I-Boé, yaitu cerita dari dusun Kassi-kassi, desa Jenetallasa, Kecamatan Bangkala, yaitu bagian dari Kabupaten Jeneponto yang berada di ketinggian dan berhawa sejuk. Cerita ini mengandung nilai-nilai kepedulian dalam kehidupan bertetangga, yang sayangnya tidak lagi dikenal oleh generasi muda di desa tersebut.

Cerita-cerita berbahasa Bugis yang berhasil dihimpun berasal dari wilayah Kabupaten Wajo, Sidrap, dan Soppeng. Sebagian besar cerita berkisah tentang asal-usul nama desa serta legenda mengenai tokoh-tokoh yang mewakili sejarah dan nilai-nilai yang ada di masyarakat, khususnya di desa-desa di Kecamatan Keera. Desa-desa di Kecamatan Keera memiliki sejarah dan kisah yang unik, namun nyaris tidak dikenal lagi oleh generasi muda setempat. Demikian pula dengan dua cerita dari daerah Amparita, Kabupaten Sidrap, yang mengisahkan peninggalan tokoh-tokoh anonim, yang dipercaya oleh masyarakat setempat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.  Cerita berbahasa Bugis lainnya adalah kisah-kisah dari Kabupaten Soppeng, yang meliputi asal-usul nama Soppeng, Sungai Walennae, permandian Ompo, dan burung kakak tua lambang Kabupaten Soppeng, yang sangat menarik untuk disimak.

Cerita-cerita dari Toraja yang berkaitan dengan tempat tertentu adalah Lakipadada, Labo Sola Andui, dan Ada’Sanda Pitu. Toraja selama ini dikenal karena tradisi upacara kematian serta keindahan alam pegunungannya. Cerita-cerita rakyat seperti ketiga contoh di atas, masih dipisahkan dari dunia pariwisata Toraja. Sebagai contoh, patung Lakipadada yang berdiri di tengah kota Makale banyak disalahpahami sebagai patung pahlawan. Cerita rakyat seperti Lakipadada, dapat menjadi narasi yang dapat memberi makna pada patung yang menjadi ikon kota Makale tersebut sehingga lebih banyak masyarakat dan wisatawan yang memahaminya.

Informasi Tambahan

Berat0,3 gram
Dimensi23 × 15,5 × 1 cm

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Berwisata Bersama Cerita : Menapaki Sekelumit Sulawesi Selatan”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *