Menulis tentang B.J. Habibie

book B.j. habibie

Buku Inspirasi B.J. Habibie

Saya mengajak siapa saja yang memiliki tulisan tentang (Alm) B.J. Habibie untuk dimasukkan di sini. Ke depan kita berharap bisa mempublikasikannya dalam bentuk buku. SIlakan bagi kawan-kawan yang telah mempublikasikan tulisannya di mesia sosial, dapat menyalinnya kembali di sini. Salam.

Karena Pak Habibie, waktu kecil dulu saya kalau ditanya apa cita citamu, pasti akan menjawab, “Pilot”. Kukira dulu yang bikin pesawat terbang itu kerjaannya Pilot. Ternyata bukan. Padahal maksud saya saat itu, ingin seperti Pak Habibie, bisa bikin pesawat terbang. 

M. Galang Pratama

Editor Jariah publishing

Alifah Nurkhairina

Sosok inspiratif. Salah satu putra terbaik bangsa. Sangat kagum dengan keseharian beliau, mulai dari masa kecil yg sangat beda dari biasanya hingga dipenghujung usianya pun masih sempat berfikir yang terbaik untuk negerinya. Terdidik oleh orangtua yang juga taat agama, tunduk, takut kepada penciptanya. Berhasil menjelma menjadi manusia yang terkenal sepanjang masa. Hal penting yang kujadikan panutan dari beliau adalah tentang kesetiaan, ketaatan dan abdinya pada negara. Semua konsisten dan berkelanjutan sampai ajal menjemput. Kini tak ada lagi sosok beliau, mungkin ada tapi tak akan sama. Terima kasih atas ceritamu yang begitu indah. Semoga anak cucu kita lebih bisa menghargai perjuanganmu. Selamat berjumpa kembali dengan kekasihmu.

Alifah Nurkhairina

mahasiswa

Bagi saya, SyUKur, SEmangat & Senang adalah kepanjangan dari SUKSES,, itulah yg saya temukan dari Sosok 'GLOBAL GENIUS' bernama Prof. Baharuddin Jusuf Habibie.. Semasa hidupnya, beliau dikenal publik sebagai Orang SUKSES yang memiliki Hasil KARYA & KERJA penuh 'SyUKur, SEmangat & Senang'... Usia lahiriahnya hanya 83 Tahun, tapi Usia batiniahnya bisa ratusan tahun kedepan.. Bapak BJ Habibie adalah Putra Terbaik Sulawesi & INDONESIA, sekaligus Cermin SUKSES buat kita semua, yang pantas & patut diteladani oleh GENERASI HEBAT INDONESIA & Dunia 💪😃
askar
Askar Al Makassari
Motivator
Yang saya ingat dari Prof. Dr. Bj Habibie adalah; 1. Pengganti Soeharto, presiden ketiga Republik Indonesia 2. Timor Timur (Timor Leste) lepas 3. Film Habibie-Ainun laku, menjadikan sosok Habibie dekat dengan anak muda 4. Buku Detik-detik yang Menentukan 5. Dipanggil eyang oleh Najwa Sihab 6. Membangun Jembatan di Batam 7. Wudlu-nya tidak pernah lepas (saya belum dapat konfirmasi terkait ini) Selamat jalan, Pak. Di sana, semoga kau dapati kebahagiaan. Berduka, dan tetap sabar setiap pihak yang merasa ditinggalkan.
Maulidan Rahman Siregar
peternak lele non profesional

Habibie

Tahun itu jika tidak salah tahun 2015, tahun saat sedang gagal-gagalnya dan jatuh-jatuhnya.

arief balla

By Arief Balla

Malam itu tiba-tiba saja saya menyeret diri ke mall, hendak menonton film “Habibie & Ainun 2”. 

Tahun itu jika tidak salah tahun 2015, tahun saat sedang gagal-gagalnya dan jatuh-jatuhnya.

Ada banyak adegan mengharukan. Ketika Habibie menahan lapar, berjalan sendiri pulang dalam kedinginan yang sangat, dan ketika ia sepenuh-penuhnya salat menghadap Allah dalam kepasrahan. Dalam kekacauan pikir dan stres.

Mata saya berkaca-kaca sampai harus mengusapnya. Bukan saja karena haru melihat perjuangannya namun di saat bersamaan saya merasa mimpi keluar negeri terlalu tidak tahu diri. Saya tidak secerdas Habibie. Saya pulang jam satu malam dengan dua perasaan sekaligus: terinspirasi dan sekaligus putus asa.

“Tiga tahun kemudian saya akhirnya keluar negeri, sama seperti Habibie. Dalam banyak hal saya mengalami dan merasakan beberapa adegan di film itu.”

Memang saya tidak sampai harus kelaparan dan kekurangan uang, tapi stres dan merasa sendiri ketika berjalan di musim dingin penuh salju nan sendu juga beberapa kali saya rasakan. Dan puncaknya adalah ketika bersujud salat di sudut-sudut perpustakaan dengan air mata hangat menggetarkan bulu mata.

Dalam setiap senti jejak hidupnya, saya belajar darinya. Selamat jalan. Terima kasih atas inspirasinya. Semoga akan ada Habibie Yang lain, pun begitu dengan Ainun yang setia menemani dalam seluruh suka duka. Amin.

habibie

Secuil dari Perbincangan tentang Habibie

* FADLI ANDI NATSIF Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar Di ruang studio mini harian Fajar (Sabtu, 10/3/2018) lagi dibincangkan sosok, mantan presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie. Mr. Crack dari Parepare, demikian judul besar buku yang dibincangkan. Pemantik bincang A. Makmur Makka, penulis yang meraih penghargaan dari MURI. Pasalnya, tidak gampang seorang penulis buku kurang lebih 60, topiknya hanya seputar kehidupan Habibie. Sebagai peserta yang diundang berbincang merasa ada hal yang perlu diberi apresiasi. Terutama sikap seorang Habibie ketika diberi kepercayaan melanjutkan tampuk kekuasaan yang ditinggal oleh presiden Soeharto, 21 Mei 1998. Secara konstitusional memang seperti itu. Malah seharusnya Habibie bisa menjalankan roda pemerintahan sampai akhir periode yang ditinggalkan oleh Soeharto. Tetapi di sini Habibie sudah menampakkan kenegarawanannya, hanya ingin mengantar masa transisi menuju demokrasi. Secuil catatan ini memang hanya ingin menarasikan secara singkat sifat kenegarawanan yang dimiliki oleh pemilik nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie. Selanjutnya ada pada tautan (klik judul tulisan)

Khudri Syam

Bj. Habibie. Sejak kecil beliau adalah tokoh yang menjadi idola saya. Bukan karena beliau adalah mantan presiden melainkan karena kepandaiannya dalam merancang dan membuat pesawat terbang, itulah alasan awal saya mengagumi “eyang” salah satu sapaan akrab beliau. 

Seiring dengan berjalannya waktu saya sedikit banyaknya mulai mencari tau lebih dalam lagi. Lewat buku, film atau juga dengan membuka biografinya di internet. Memang, tak salah jika beliau menjadi panutan sebab ada banyak sekali proses hidup yang dapat di petik darinya baik itu dalam dunia pendidikan, pemerintahan bahkan sampai ke perjalanan cintanya bersama sang istri Ainun pun adalah pembelajaran. 

Pernyataan yang sampai sekarang melekat pun adalah dirinya sudah tak takut lagi untuk mati sebab dia yakin saat ke dimensi itu yang pertama akan menemuinya adalah Ainun.

Muhammad Khudri Syam

mahasiswa

1 thought on “Menulis tentang B.J. Habibie”

Leave a Comment