Cara Menerbitkan Buku lewat Self Publishing

TIDAK sedikit orang yang ingin menerbitkan buku pertamanya tapi takut gagal. Selain itu, ada banyak orang yang harus menelan pahitnya penolakan dari penerbit mainstream ketika naskahnya gagal diterbitkan.

Selain itu, ada juga beberapa orang yang sudah mendapatkan penerbit, namun setelah naskahnya terbit, ia malah rugi secara bisnis alias harus mengeluarkan banyak sekali biaya ketika menerbitkan buku.

Bookshop bookstore | Photo by Tuur Tisseghem from Pexels

Ada juga penulis yang ketika naskahnya sudah diterbitkan di penerbit mainstream namun mendapatkan sedikit royalti. Di beberapa perusahaan penerbitan mainstream, umumnya akan memberikan royalti 5%-15% per buku. Namun yang sering adalah 10%.

Baca juga Tempat percetakan buku

Hal ini dirasa kurang adil bagi penulis yang telah susah payah menyusun naskahnya dan menjadikannya buku. Belum lagi, ketika para perusahaan penerbitan mainstream, tidak jujur melaporkan hasil penjualan buku kepada penulis. Jelas ini sangat berdampak pada jumlah royalti yang akan diterima penulis.

Hal tersebut tidak akan terjadi jika para penulis sudah mendapat pengetahuan sebelum menerbitkan atau mengirim naskah buku ke penerbit. Di tahap ini kita perlu mengenal sistem penerbitan melalui self publishing.

Apa Itu Self Publishing?

Self Publishing adalah layanan penerbitan mandiri. Dalam Self Publishing, penulis sendiri dapat mengatur semua proses kreatif dalam menulis sampai menerbitkan buku.

Apa itu self publishing | photo by Parth Shah on pexels

Dengan menerbitkan buku secara self publishing, penulis akan mendapatkan royalti yang layak. Karena penulis memiliki kontrol penuh atas proses penerbitan bukunya. Mulai menyusun draft awal, lay out buku, desain sampul hingga menentukan harga buku di pasaran.

Baca juga Percetakan buku murah

Selain itu, dengan self publishing, kamu tidak perlu takut naskahmu tidak terbit. Karena kamu sendiri yang akan mengatur bagaimana urusan percetakan dan penjualan buku.

Teknisnya, kamu dapat mulai dengan menyusun ukuran buku, menggunakan kertas buku, mengatur font, membuat desain dan ilustrasi buku, menentukan ketebalan naskah bukumu hingga di mana saja bukumu dijual, kamulah sendiri yang berperan.

Penerbit Self Publishing

Nah, kalau begitu di mana letak penerbit self publishing? Setelah naskahmu sudah selesai kamu edit, kamu hanya tinggal mengirim naskah itu buat dikirim ke email penerbit. Lalu sesuai kesepakatan, Anda akan mendapatkan ISBN buku dan biaya cetak bukumu.

Self Publishing | photo by pexels

Setelah bukumu dicetak, kamu akan mendapatkan buku sesuai kesepakatan sebelumnya, berapa buku yang kamu cetak. Nah, sebagai informasi. Anda harus memastikan penerbit memiliki rekam jejak yang baik. Apa yang mesti diperhatikan?

  1. Pastikan kamu mendapat biaya penerbitan yang transparan. Kamu harus mendapat invoice yang jelas sebelum naskah bukumu dicetak. Jangan sampai setelah proses cetak, kamu kaget melihat invoice yang berisi pembayaran yang melebihi perkiraan kamu karena adanya pembiayaan yang kamu tidak ketahui.
  2. Seharusnya kamu sudah tahu bagaimana kualitas hasil cetak bukumu. Mengetahui jenis kertas yang digunakan, berapa ketebalan kertas, bagaimana binding buku hingga wrappink sangat penting diperhatikan. Karena dengan hasil cetakan berkualitas, kamu akan lebih puas dengan bukumu nantinya.
  3. Penerbit yang legal dan terdaftar di Perpusnas. Nah poin ini sangat jelas dan penting. Sebab, hanya penerbit yang terdaftar di Perpusnas RI yang benar benar dapat mengeluarkan ISBN. Mengapa ISBN diperlukan? Karena kalau kamu hanya mencetak bukumu tanpa disertai ISBN, itu sama saja kamu hanya mencetak buku di tempat fotokopian, dan tidak memiliki nilai akademik, karena semua orang jelas bisa melakukannya. Selain itu, jika kamu adalah guru atau pengajar di perguruan tinggi, ISBN merupakan salah satu bukti otentik bahwa kamu benar benar telah menulis buku. Sehingga karya intelektualmu dapat dipertimbangkan mendapat nilai (kum).

Tiga hal tersebut sangat penting diperhatikan atau ditanyakan kepada penerbit self publishing sebelum kamu mengirim naskah buku.

Cara menerbitkan buku sendiri lewat self publishing

Cara menerbitkan buku lewat self publishing | Photo by Polina Zimmerman from Pexels

Di tahap ini, kamu akan bertanya tanya, bagaimana caranya agar buku diterbitkan lewat self publishing. Ada lima alur untuk menerbitkan buku lewat self publishing sebelum naskahmu benar benar siap dipasarkan. Bagaimana caranya?

  1. Tahap penulisan naskah. Di tahap ini kamu dapat mengawali dengan menentukan ide, konsep dasar dan membuat kerangka tulisan. Di tahap ini kamu akan menentukan tema dan judul bukumu, alur jalan cerita bukumu dan prospek buku.
  2. Mulai menulis naskah. Di tahap ini kamu harus mengeluarkan semua isi ceritamu ke dalam lembar kerja word. Di sini Anda diwajibkan melakukan revisi mandiri. Revisi sebaiknya lakukan ketika kamu sudah menuliskan semuanya.
  3. Masuk ke tahap pracetak. Setelah melewati penyuntingan mandiri, kamu juga boleh memilih editor untuk naskahmu. Selain itu, biasanya penerbit self publishing menyediakan jasa pengeditan naskah sehingga kamu bisa meminimalisir kesalahan penulisan dalam naskahmu. Kamu juga boleh membuat dummy buku. Yakni mencetak naskahmu sendiri lalu mengedit kembali (proofreading) untuk melihat apa yang perlu ditambah atau dibuang.
  4. Lanjut ke tahap cetak. Proses ini akan dikerjakan oleh penerbit yang telah kamu pilih dalam layanan self publishing. Di sini, kamu juga akan mendapatkan layanan penerbitan ISBN (international standard book number) dari penerbit untuk bukumu. Kamu sebaiknya berkomunikasi dengan penerbit apakah kamu harus mengeluarkan biaya jasa pengurusan ISBN atau tidak.
  5. Lanjut ke tahap pascacetak. Setelah naskahmu sudah jadi, saatnya kamu mendistribusikan naskah, mempromosikan dan menjualnya. Kamu bisa menggunakan jasa ke penerbit untuk distribusi bukumu ke toko toko buku yang ada di kotamu. Kalau memang perlu, sebaiknya kamu membuka masa pre order (PO) saat bukumu ada di tahap keempat (cetak). Hal ini akan memudahkan kamu dalam penjualan buku nantinya.

Tips menerbitkan buku lewat self publishing

Tips menerbitkan buku | Photo by Jens Mahnke from Pexels

Jika kamu masih ragu dalam menerbitkan buku lewat self publishing, itu sangatlah wajar. Apalagi bagi kamu yang belum berpengalaman dalam menerbitkan buku. Namun tenang, kami akan berikan tips agar kamu bisa lebih yakin memilih self publishing.

1. Pahami kelebihan dan kekurangan self publishing

Kalau kamu sudah mengetahui apa kelebihan dan kekurangan self publishing, maka kamu akan lebih siap dengan konsekuensi yang akan kamu dapatkan ketika sudah menerbitkan buku. Hal-hal tak terduga bisa saja terjadi. Maka kamu harus memahaminya.

2. Ikuti festival atau bazar

Biasanya, kamu akan menjumpai acara festival atau pameran buku di kotamu, bukan? Selain itu, tidak sedikit juga yang sering mengadakan acara bazar di warkop warkop. Nah, kamu bisa manfaatkan momen tersebut untuk mempromosikan bukumu. Cobalah.

3. Titip jual buku sesuai tema

Kalau kamu menulis buku tentang akademik, maka kamu boleh bekerjasama dengan penjual buku di sekitar kampus. Kalau tema bukumu seputar kamera atau teknologi, maka kamu boleh titip jual bukumu di tempat penjualan kamera. Selain itu, kamu boleh jual bukumu dengan cara menitipkan beberapa eksemplar buku di kedai/warung kopi.

4. Manfaatkan masa Pre Order (PO)

Kesempatan buat PO adalah kesempatan emas buat mempromosikan karyamu yang diterbitkan melalui self publishing. Karena dengan PO, kamu bisa menentukan dan memprediksi secara lebih detail berapa banyak buku yang seharusnya kamu cetak. PO dilakukan dengan mempromosikan bukumu yang bakal terbit ke khalayak publik. Biasanya disebar dalam bentuk pamflet daring di media sosial. Baik Facebook, Instagram atau Twitter. Berapa lama masa PO? Tergantung kamu, boleh 20 hari atau 30 hari.

5. Manfaatkan marketplace/Toko buku daring

Saat ini, orang orang lebih senang membeli barang melalui online. Begitupun buku. Jika tak memiliki akun pribadi di marketplcae, maka Anda sebaiknya mempercayakan kepada penerbit atau toko buku online untuk menjual buku Anda. Beberapa marketplace yang bagus yaitu Shopee, Tokopedia, Blibli, Lazada atau Bukalapak. Beberapa toko buku online yakni berdikari book dan dema buku.

6. Percaya diri

Nah, ini kunci paling baik diterapkan untuk memaksimalkan penjualan melalui self publishing. Karena dengan percaya diri, kamu lebih mudah meyakinkan orang orang untuk memiliki bukumu.

Jika menerbitkan buku melalui self publishing telah kamu pilih, maka jangan sedikitpun buat ragu. Karena dengan menerbitkan buku, kamu selangkah lebih maju daripada temanmu yang masih belum memulai sama sekali.

Terakhir, kami akan berikan solusi. Jika kamu mau menerbitkan buku sendiri lewat layanan self publishing, maka kamu boleh mencoba layanan self publishing dari Penerbit Jariah Publishing.

Jariah Publishing akan membantumu menerbitkan buku dengan jalan mudah. Kamu cukup mengirimkan naskah lengkapmu melalui emailnya di jariahpublishing@gmail.com lalu konfirmasi melalui whatsapp ke nomor 0853-4380-1995 (atau sila klik ini), maka tim penerbit akan memberikan informasi berapa biaya cetak yang akan kamu keluarkan.

Buktikan, dan silakan coba! Untuk lebih jelaskanya, silakan saksikan video berikut:

Leave a Comment